Informatika bukan sekadar mengoperasikan komputer. Ia melatih cara berpikir yang berguna di bidang apa pun.
Sering kali pelajaran Informatika dianggap sama dengan "belajar komputer", yaitu mengetik dan memakai aplikasi perkantoran. Padahal cakupannya jauh lebih luas dan lebih penting dari itu.
Pertama, Informatika melatih berpikir komputasional: memecah masalah besar menjadi langkah-langkah kecil, mengenali pola, lalu menyusun solusi yang runtut. Cara berpikir ini berguna untuk pelajaran matematika, sains, bahkan untuk mengatur kegiatan sehari-hari.
Kedua, Informatika membekali siswa dengan literasi digital. Siswa belajar menilai informasi, mengenali kabar bohong, menjaga data pribadi, dan beretika saat berinteraksi di dunia maya. Kemampuan ini kini sama pentingnya dengan membaca dan menulis.
Ketiga, Informatika membuka mata terhadap peluang masa depan. Banyak profesi yang berkembang pesat, dari pengembang aplikasi sampai analis data, bermula dari ketertarikan pada teknologi sejak usia sekolah.
Keempat, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mulai belajar menciptakan. Membuat program sederhana, merancang game kecil, atau menyusun halaman web memberi kebanggaan tersendiri dan menumbuhkan kreativitas.
Teknologi hanyalah alat. Yang kita harapkan, siswa mampu memakainya dengan cerdas, bertanggung jawab, dan untuk kebaikan. Itulah mengapa Informatika perlu dikenalkan sejak SMP, berdampingan dengan penguatan akhlak.